Mencari Wajah-MU atau Wajah-ku

Coba anda melakukan penyigian terhadap umat beragama saaat datang ke rumah ibadah. Tanyakan “Apa tujuan anda ke tempat ini ?”, Saya haqrul yakin hampir 100% akan menjawab dengan jawaban yang esensinya adalah untuk “beribadah”. Yaa jelas wong datang ke rumah ibadah yaa pastinya untuk ibadah. Klo mau belanja pastinya ke pasar dong, klo mau kongkow pastinya di cafe dong masak di gereja :)

Namun apa benar-benar demikian ?? saya kembali haqrul yakin yang mempunyai tujuan 100% untuk ibadah pasti nggak terlalu banyak. Artinya tidak murni, campuranya macem2: bisa pengin ketemu teman, pengin belanja juga (soalnya di lingkungan gedung gereja juga ada yang jualan), pengin dengerin khotbah (lho kok ??), lha iya mendengarkan khotbah bisa tidak sinkron dengan ibadah, soalnya nggak beda dengan dengerin Mario Teguh, Tung Desem Waringin, bahkan lawakan Sri Mulat. Makanya banyak anggota gereja yang milih-milih pembicara alias pengkhotbahnya. Bahkan saking ngefans-nya, kemana pendeta pergi khotbah umat tersebut terus mengikuti. Akhirnya umat tersebut menjadi anggota GKJJ alias Gereja Kristen Jalan-Jalan atau GKKI alias Gereja Kristen Kommuter Indonesia. Wharakadah!! Baca entri selengkapnya »

no CROWN w/o CROSS

 

no CROWN without CROSS

Nats: Filipi 2:6-11

[6] yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, [7] melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. [8] Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. [9] Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, [10] supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, [11] dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Perikop ini sudah sering kali saya renungkan, secara khusus yang berkaitan dengan “kenosis” atau ketika membahas persatuan dalam gereja. Perikop di atas dapat dibagi menjadi dua bagian yakni ayat 6-8 dan ayat 9-11. Ayat 6-9 merupakan sebab sedangkan ayat 10-11 merupakan akibat.

Frasa “Yang walaupun dalam rupa (morphe) Allah …”, menunjuk kepada pribadi Yesus yang esensi (morphe = wujud) – Nya adalah Allah telah mengosongkan dirinya (kenoo – self emptyness) sedemikian rupa dengan (1) tidak mempertahankan derajat keilahian-Nya, (2) mengambil rupa seorang hamba dengan mengambil wujud (=morphe) manusia, dan (3) dalam kemanusiaan-Nya ia memilih menjadi manusia yang paling hina dengan mati tersalib. Baca entri selengkapnya »

No Pressure – No Diamond

Saya paling skeptis dan males dengan yang apanya berobat secara medis. Dan itu harus saya tebus dengan harga mahal, denga terkapar diruymah kurang lebih satu pekan, campuran batuk, migrain, otot-kaku dan maag. Puncaknya hari Kamis minggu lalu … sekeluarnya dari kantor sinode GKO, saya limbung, mual dan mengalami kesakitan luar biasa jika terpapar sinar … praktis hidup seperti dracula …

Ditempat tidur si Panengah (Jocahana 11 tahun), mendekati saya dan berbisik “Papa sedang dibentuk menjadi diamond yaa Pa … ???”

Saya terperangah dan bertanya dengan curious “Maksud Ergie apa … ??”

“Papa khan ada peribahasa yang mengatakan — No Pressure – No Diamond” lanjutnya “Tuhan itu sedang membuat papa sakit supaya menjadi lebih berguna bagi Tuhan”

Mak Pleg!!, saya tertampar lagi oleh “sang Nabi kecil” .. saya terpekur dan lamat-lamat teringat khotbah saya beberapa minggu lalu di kebaktian Pemuda “Saudara-saudara …. tidak ada cara lain untuk dipakai oleh Allah, Kurios kita selain memurnikan diri dan rela untuk dibentuk seturut kerelaan kehendak-Nya” *)

Have thine own way Lord … have thine own way

You are the Potter, I’m the clay

Make me and mold me, seeking Thy will

For I’m waiting, yielded and still

Selamat bergumul kawan ….

PS: Khotbah diambil dari 2 Tim 2:20-21

Belajar Mengucap Syukur ketika Sulit Mengucap Syukur

Hari ini jadwal KRL tidak seperti biasanya. Biasanya hampir dipastikan terlambat, ech hari ini tepat waktu sehingga saya dapat duduk dan tidak terlalu berebut untuk memperolehnya. Kereta berangkat dan masing-masing orang membaca koran seperti biasanya.

Sesampainya di pertengahan Duren Tiga dan Cawang kereta berhenti, whuah kumat lagi pikir saya. Ternyata hal itu merupakan keluarbiasaan yang kedua, karena sudah jam 8:10 WIB kereta belum berangkat juga. Pada hal perjalanan masih jauh. Orang-orang mulai gelisah, ada yang gedor2 pintu masinis, ada yang turun mencari kendaraan alternatif dlsb. Baca entri selengkapnya »

Life 4 Christ

Hidup Bagi Kristus

Sebuah Renungan Selepas Merayakan Paskah

 

Nats: Gal 2:15-21

Akhir-akhir ini ini terjadi gerakan untuk mulai menghidupkan lagi tradisi-tradisi gereja yang sudah lama ditinggalkan di kalangan gereja protestan.  Tradisi-tradisi yang dimaksud diantaranya adalah tradisi-tradisi masa prapaskah. Perayaan pra-paskah yang semula hanya ditandai dengan sekedar menyalakan sejumlah lilin di awal kebaktian, ataupun bahan khotbah yang disesuaikan dengan masa tersebut. Namun saat ini mereka mulai merayakan Minggu Palma (palem) atau bahkan ada yang melakukan prosesi Jalan Salib. Sejak beberapa tahun ini penulis yang berpandangan teologi Protestan mengikuti perayaan Rabu Abu[1] di Paroki dekat gereja dan sungguh sangat menikmati prosesi tersebut.

Bagi saya ini penting, karena selama ini persiapan dan perayaan Paskah kalah jauh gaungnya dibandingkan Natal. Pada hal Paskah adalah tonggak bahkan pondasi iman Kristen. Secara historis justru hari raya ini lah yang dirayakan sejak gereja Tuhan berdiri, yakni sejak jaman para rasul. Tidak demikian halnya dengan Natal. Natal baru dikenal beberapa abad kemudian yakni sejak jaman Konstantin yakni ketika agama Kristen telah diadopsi menjadi agama Negara. Namun Natal sangat dikenal dan dipersiapkan sedemikian rupa oleh jemaat gereja di segala abad dan tempat J. Yang lebih menyedihkan lagi masih banyak jemaat yang merancukan Paskah dan Jum’at Agung. Baca entri selengkapnya »

« Entri lama