Sekitar 10 tahun yang lalu saya membeli buku berjudul When Sceptic Ask (Norman Geisler) di Borders Book Store di kawasan Orchard Road. Buku tersebut sulit saya pahami karena keterbatasan bahasa saya dan dasar teologi saya yang belum memadai. Sehingga, tidak pernah sekalipun saya menyelesaikan pembacaan saya atas buku tersebut. Hanya, pada saat diskusi atau mau bikin oret-oretan saja buku tersebut sering kali saya buka-buka. Buku tersebut menjadi salah satu buku favorit saya waktu itu selain buku Commentary of Dr. Zacharias Ursinus on Heidelberg Catechism, Systematic Theology: An Introduction to Biblical Doctrine (Wayne Grundem) dan An Encyclopedia of Bible Difficulties (Gleason Archers).
Berteologi …
Juli 25, 2007 pada 3:48 am (Teologi)
Kita sering mendengar bahwa tugas berteologi hanyalah milik para teolog. Saya setuju dengan pendapat itu. Namun saya menolak istilah jika teolog itu identik dengan pendeta, penyandang gelar S. Th, M. Th, D. Th dan gelar-gelar lainnya. Karena, kata teologi yang berasal dari bahasa Yunani: θεολογία, merupakan gabungan dari kata θεός (theos) yang berarti “Allah” dan λόγος (logos) yang berarti “pengetahuan”. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa teologi merupakan upaya pendekatan untuk mengenal Allah. Apakah upaya pengenalan akan Allah ini hanya dimonopoli oleh para mahasiswa seminari atau sekolah tinggi teologi ?? Tentu saja tidak! Ayah CB yang hanya lulus PBH (pemberantasan buta huruf) pun mempunyai konsep pengenalan akan Allah yang tentu sangat jauh berbeda dengan definisi yang diberikan oleh Pdt. Prof. Dr. Sadrakh-Mesakh-Abednego Ph. D.
Bagi ayah CB, Allah adalah Sang Hyang Akaryo Jagad (pencipta alam semesta), tan keno kinoyo ngopo tan keno kinirupo (yang tidak bisa dibagaimanakan dan tidak bisa diserupakan), kang welas asih (yang mahakasih) ….. Bagi Prof Sadrakh, Allah adalah the supreme being, causa prima, yang mempunyai nama-nama atau sebutan-sebutan semisal YHWH, Elohim, El-Shaddai, El-Elyon dlsb … yang mempunyai tiga hypostasis dan satu ousia … (pokoke njelimet dah!).
Namun bagi CB model berteologi keduanya sama absahnya dan sama berkenannya diahadapan “pribadi” ingin mereka kenal.
Mengikuti jejak ayah CB, oret-oretan dalam blog ini merupakan catatan upaya pengenalan CB atas Allah yang diyakininya. Selamat Menikmati.