Tolong Saya Pak Pendeta (1) – Permainan Kartu

Permainan Kartu

Seorang pemuda datang kepada pendetanya mengeluh akan ketidakberuntungan dalam hidupnya. Ia dilahirkan dari keluarga yang tidak mampu, ayahnya seorang penganguran dan pemabuk. Ibunya penjual kue yang penghasilanya tidak seberapa. Pemuda itu putus sekolah karena tidak ada biaya sekolah. Ia telah datang kepada beberapa pendeta yang lain namun ia tidak memperoleh pencerahan kecuali penjabaran Kitab Ayub dan beberapa ayat yang menjanjikan perubahan. Namun tidak ada perubahan yang terjadi pada diri pemuda ini.

Setelah mendengar penuturan pemuda ini, sang pendeta yang sudah emiritus ini tanpa berbicara sedikitpun ia menyeduh dua cangkir kopi dan mengajak pemuda ini bermain kartu remi. Sang pemuda bertanya dalam hati apa maksud pak pendeta kali ini, mengapa dia tidak mengajak berdoa dan membuka Alkitab sebagaimana umumnya. Meskipun demikan ia menurut juga.

Baca entri selengkapnya »

Indahnya Keluarga (2) – My Tribute …

Prolog:

Tentu anda semua tahu cerita Yusuf bin Yakub bukan ?? Itu lho si tukang mimpi. Saya mempunyai kebiasaan yang mirip dengan beliau, bukan urusan dengan istri Potifar lho :) . Benar soal mimpi …. Setiap akan ada sesuatu yang merubah hidup saya selalu bermimpi. Waktu akan lahir ObliasT, aku mimpi ada seekor garuda raksasa menabrak rumah dan berhasil aku tangkap. Waktu Jochanan mau hadir, aku mimpi menangkap burung sribombok di sawah. Waktu mau lahir Menahem, aku mimpi menangkap ayam hutan jantan. Waktu Joshua (anak sulung kakak ObliasT)  berpulang, ayam jago dalam rumah lepas. Pokoknya seputar “Avian Dreamt” dach.

Demikian pula ketika mau mendapatkan Istri tercinta, aku bermimpi berjalan-jalan dipinggir hutan dan melihat ada burung merak berbulu keemasan. Uniknya sang Merak itu mengenakan mahkota bak putri kerajaan … dan aku berhasil menangkapnya. Memasuki usia pernikahan ke 14 ini aku hadiahkan suatu puisi buat sang merak pada ulang tahunnya yang ke 37 … Tentu Khalil Gibran bukan tandingan saya dalam berpuisi … (maksudnya saya bukan apa2nya :) )

 

My tribute to Rosaline ‘Nanish’ T. Samara on her 37th birthday

 Balada Merak Mahkota …. 

Baca entri selengkapnya »

Indahnya Keluarga (1) – Pujian Si Sulung

Akhir-akhir ini fenomena hidup melajang semakin menggejala. Dalam berbagai kesempatan saya bersinggungan dengan teman-teman yang memilih untuk hidup melajang. Mereka punya pertimbangan tersendiri yang tidak kalah validnya dibanding dengan mereka yang memilih untuk membina keluarga.

Tulisan ini tidak dimaksudkan membahas baik secara teologis mupun praksis tentang hidup berumah tangga. Bukan pula dimaksudkan sebagai ‘iming-iming’ atau promosi bagi pendukung mereka yang memilih berumahtangga. Melainkan beberapa cuplikan pengalaman hidup bersama Istri, Anak-anak dan anggota keluarga yang lain ….

Misalnya adalah pujian si Sulung berikut ini:

Baca entri selengkapnya »

Siapakah Sesamaku ??

Nats:  Luk 10:25-37

Thema itu menjadi sangat popular bahkan wikipedia saja membuka halaman khusus untuk thema itu  dibandingkan dengan bagian (atau perumpamaan)  Alkitab yang lainnya. Lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Good_Samaritan.  Ceritera ini juga yang mengilhami suatu lembaga penginjilan Lutheran yang diberi nama Good Samaritan Society , dengan motto “In Christ’s Love, Everyone Is Someone”.

Pada gereja yang mula-mula perikop ini ditafsir secara allegoris (pencarian makna rohani secara berlebihan), dengan parallelisasi keselamatan. Yerusalem merupakan kota surgawi dan Yerikho kota duniawi, Orang yang dirampok melukiskan Adam, Perampok melukiskan Iblis dengan tipu dayanya, Imam melambangkan hukum Taurat, Lewi menggambarkan para nabi, orang Samaria menggambarkan Kristus, penginapan menggambarkan gereja gereja, mata uang melukiskan PL dan PB, kembalinya orang Samaria melukiskan kedatangan Kristus yang ke dua kalinya dlsb. Tokoh-tokoh gereja yang memberikan penafsiran allegoris diantaranya: Ireneus, Clemens dari Alexandria, Origenes, Chrysostomus, Ambrosius dari Milan dan Augustinus dari Afrika Utara. 

Baca entri selengkapnya »