Berteologi Air – u/ Prof. Soelarso Soepater

  Berteologi Air – Pdt Soelarso dimata seorang pesilat muda.

Hendak kusamakan dengan siapakah atau apakah seorang Soelarso ….

Dengan seorang Pendekar ? Padri? Tabib? Guru laku? atau Apa ?

 

Secara jujur saya tidak tahu banyak mengenai beliau ini… kecuali seorang pendeta di lingkungan GKJ, mantan petinggi PGI pada masa lampau dan seorang dosen di STTJ. Bertatap muka sebelumnya pun tidak apalagi bertukar wawasan. Namun mau tidak mau saya harus mau mengenal beliau karena tanggal 26 April 2004 beliau menjadi salah seorang penguji KTA saya. Berbagai upaya mengenal beliau saya lakukan agar saya lolos dari ujian salah seorang beghawan di STT Jakarta.

Dari berbagai sumber baik mahasiswa maupun rekan-rekan beliau sesama dosen saya memperoleh kesan bahwa beliau adalah seorang Jawa tulen dengan dalam ilmu kajiwan[1] sangat “tinggi” dan mumpuni dalam mengatur gatra dan mantra untuh melumpuhkan setiap ilmu dan senjata pamungkas dari setiap lawan dialognya, termasuk para naradidik yang akan beliau uji tentunya.

Baca entri selengkapnya »

Allah Tri Tunggal – Bagian III

  (Ke bagian 2)

E. PANDANGAN2 SALAH MENGENAI TRI-TUNGGAL

Akibat upaya penyederhanaan atau penolakan atas sebagian/lebih dari fakta-2 di atas akan menyebabkan penyimpangan sbb:

  • Penolakan atas point #1 demi penekanan point ke #3 menghasilkan faham modalisme. Faham ini percaya hanya satu Allah yang esa, hanya saja Allah yang esa ini berganti-ganti peran, kadang sebagai Bapa, kadang sebagai Anak dan kadang sebagai Roh Kudus. Ketika menjadi Anak, maka Bapa dan Roh Kudus tidak nampak. Hal ini dimulai oleh tokoh Sabellius.

  • Penolakan atas keilhaian Anak dan Roh Kudus (point #2) akan jatuh kepada faham subordinasisme. Pandangan ini dimulai oleh Arius (uskup Alexandria), sehingga faham ini sering disebut dengan arianisme. Pada era sekarang pengikut pandangan ini diwakili oleh saksi Yehova.

  • Penolakan atas keesaan Allah (point #3) akan menyebabkan kepada faham triteisme.

Baca entri selengkapnya »

Allah Tri Tunggal – Bagian II

(Ke bagian – I) 

D. Apa yang dimaksud dengan “Allah Tri-Tunggal” itu ?.

Sering ketika kita ditanya siapa Allah kita maka kita menjawabnya Allah Tri-Tunggal. Kalau pertanyaan itu dipertajam apa maksud kata Tri-Tunggal tersebut, maka kita akan menjawab “Satu esensi, tiga pribadi yang esa”.

Dalam pengakuan iman rasuli tidak terlihat perumusan kalimat tersebut di atas, namun dalam pengakuan tersebut tersirat akan adanya tiga pribadi Allah yakni Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Sedangkan dalam pengakuan iman Anasthasius, perumusan Allah Tri-Tunggal adalah Allah itu satu ousia dengan tiga hypostasis. Hal ini juga ditegaskan ulang oleh bapa-bapa kapodosian dan Augustinus. Namun dikarenakan keterbatasan bahasa latin maka sering digunakan istilah satu hakekat dengan tiga pribadi.

Ousia adalah hakekat, esensi atau kesejatian akan sesuatu. Sehingga kalau dikatakan ousia Allah, maka yang dimaksudkan adalah hakekat, esensi, keberadaan yang hanya ada pada diri Allah, yang menunjukkan diri-Nya itu adalah Allah, dan yang berbeda dari yang bukan Allah.[1]

Baca entri selengkapnya »

Allah Tri Tunggal – Bagian I

ALLAH TRI-TUNGGAL

Pendahuluan:

Ajaran (dogma) ini paling sulit dimengerti dan susah diterima oleh umat beragama lain dalam tradisi monoteisme yang ketat. Karena dalam ajaran ini kita berusaha mengerti tentang jati diri Allah yang diluar jangkauan pemikiran, bahasa maupun budaya manusia (beyond explanation). Sehingga upaya maksimal yang bisa dilakukan adalah menggunakan bahasa dan pencitraan yang bersifat manusiawi.

Tentu sebagai makhluk yang berakal, kita diwajibkan menggunakan akal budi menggunakan akal-budi (otak) kita. Namun perlu disadari dalam membahas ‘misteri ilahi’ ada beberapa keterbatasan akal-pikiran kita tersebut di antaranya:

  • Otak kita ini dicipta (created), berusaha mengerti sang pencipta (creator).

  • Otak kita ini terbatas (limitted), berusaha mengerti suatu keberadaan (being) yang tak terbatas (un-limitted).

  • Otak kita ini sudah tercemar (poluted) oleh dosa dan prapaham, yang tentu akan dapat membelokkan analisa dan pemahaman kita.

Mustahil kita mengerti kesejatian Allah secara gamblang (vivid) 100%, untuk itu kita perlu rendah hati dalam mempelajari dogma ini, seandainya ada hal yang tidak bisa kita jelaskan mari kita kembali kepada sabda-Nya yang tercatat dalam Ul 29 :29 à “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.”

Baca entri selengkapnya »

Tafsiran Perkataan Yesus

Seorang murid seminari yang sangat pintar bermaksud menulis tafsiran perkataan dan perbuatan Yesus dalam tugas akhirnya. Dia menabung dan menghubungi para donatur untuk karyanya ini. Maka ketika  dana itu telah terkumpul ia pergi ke suatu desa yang miskin dan gersang di Kabupaten Gunung Kidul dan menyewa rumah di sana untuk memulai tulisannya.

Suatu pagi ia mendengar sepasang suami-istri sedang bertengkar diiringi tangisan anaknya. Rupa-rupanya sang anak ini sedang kelaparan. Maka ia mengambil sebagian dari uangnya untuk keluarga ini. Mendengar kebaikan sang mahasiswa, maka berbondong-bondonglah penduduk sekitar untuk meminta bantuan. Melihat hal ini dia memutuskan untuk mengkaji mengapa rakyat disitu kekurangan makanan. Setelah berfikir masak-masak dia memutuskan untuk membelanjakan seluruh sisa uangnya untuk membuat sebuah sumur artesis untuk pertanian. Rakyat di situ akhirnya tertolong. Namun ia telah menghabiskan separoh dari waktu yang diberikan oleh gurunya, tanpa menulis satu kalimatpun.

Baca entri selengkapnya »

« Entri lama