Tafsiran Perkataan Yesus

Seorang murid seminari yang sangat pintar bermaksud menulis tafsiran perkataan dan perbuatan Yesus dalam tugas akhirnya. Dia menabung dan menghubungi para donatur untuk karyanya ini. Maka ketika  dana itu telah terkumpul ia pergi ke suatu desa yang miskin dan gersang di Kabupaten Gunung Kidul dan menyewa rumah di sana untuk memulai tulisannya.

Suatu pagi ia mendengar sepasang suami-istri sedang bertengkar diiringi tangisan anaknya. Rupa-rupanya sang anak ini sedang kelaparan. Maka ia mengambil sebagian dari uangnya untuk keluarga ini. Mendengar kebaikan sang mahasiswa, maka berbondong-bondonglah penduduk sekitar untuk meminta bantuan. Melihat hal ini dia memutuskan untuk mengkaji mengapa rakyat disitu kekurangan makanan. Setelah berfikir masak-masak dia memutuskan untuk membelanjakan seluruh sisa uangnya untuk membuat sebuah sumur artesis untuk pertanian. Rakyat di situ akhirnya tertolong. Namun ia telah menghabiskan separoh dari waktu yang diberikan oleh gurunya, tanpa menulis satu kalimatpun.

Baca entri selengkapnya »