Tentu kita sering nonton film bukan? Umumnya bagi kita akan cenderung memihak tokoh protagonis (jagoan, pembela kebenaran dlsb.) ketimbang tokoh antagonis (jahat, penindas).
Tak jarang Aklitab juga menampilkan kedua tokoh tsb. Misalkan Kain-Habel, Yakub-Esau, si Sulung-si Bungsu dlsb. Entah bagaimana mulanya, secara tak sadar kita dicekoki oleh ajaran bahwa sang tokoh antagonis itu begitu buruknya sehingga tidak nampak kebaikannya sama sekali. Dengan demikian secara tak sadar kita sering membela sang protagonis meskipun dia melakukan pelanggaran moral dan melakukan penindasan terhadap sang antagonis. Tak jarang kita melakukan pembenaran dengan dalih Allah membiarkan / menghendaki hal itu.
Sebagi contoh: