Nats: I Kor 1:18
Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
Memandang salib Rajaku yang mati untuk dunia,
kurasa hancur congkakku dan harta hilang harganya.
Berpadu kasih dan sedih, mengalir dari lukaMu,
mahkota duri yang pedih, menjadi keagunganMu.
Melihat darah lukaNya, membalut tubuh Tuhanku,
‘ kumati bagi dunia, dan dunia mati bagiku.
Bait di atas adalah merupakan penggalan lagu yang paling saya sukai setiap kali memasuki masa raya Paskah . Terambil dari KJ 169, merupakan karya Isaac Watts (1707), yang menceritakan sengsara Salib yang tiada tara dan tak terlukiskan itu. Tetapi bukan sekedar tragedi pilu yang bisa dilihat dari tiang penyiksaanyang hina itu. Di atas kayu salib yang tergantung itu terjadi banyak paradoks di antaranya:
Di atas salib bertemu Keadilan dan Belas kasihan Allah.
Di atas salib bertemu tuntutan dan pengampunan.
Di atas salib diterima kutuk dan memancar kasih / berkat.
Di atas salib terjadi keterpisahan dan pendamaian.
Di atas salib bertemu kenistaan dan kemuliaan
Di atas salib terjadi ketidak-berdayaan sekaligus kemenangan.
Anda bias tambahkan sendiri ……. Baca entri selengkapnya »