Mungkin pertanyaan ini terkesan propokatif. Mungkin kita akan merasa terheran-heran bila ada yang mempertanyakan hal itu, tetapi bukan mustahil ada yang mempertanyakan dengan sungguh2. Bahkan dalam satu saat teduh bersama anak bungsu kami yang berumur 7.5 tahun mempertanyakan hal itu. “Ma, apakah nanti aku boleh mempunyai dua orang isteri ?” Hal itu dia tanyakan setelah kami membaca dan merenungkan kehidupan rumah tangga Salomo (salah memilih bahan memang
).
Konon pada suatu kesempatan, Mark Twain ditanyai oleh seorang temannya yang menjadi anggota gereja Mormon, “Tunjukkan ayat di Alkitab yang melarang orang punya istri lebih dari satu!” Twaim kelabakan menjawabnya “Wah ini sulit”, kata Mark. “Tapi mungkin ini membantu, “Kamu tidak dapat mengabdi kepada dua tuan!”[1] Baca entri selengkapnya »