Life 4 Christ

Hidup Bagi Kristus

Sebuah Renungan Selepas Merayakan Paskah

 

Nats: Gal 2:15-21

Akhir-akhir ini ini terjadi gerakan untuk mulai menghidupkan lagi tradisi-tradisi gereja yang sudah lama ditinggalkan di kalangan gereja protestan.  Tradisi-tradisi yang dimaksud diantaranya adalah tradisi-tradisi masa prapaskah. Perayaan pra-paskah yang semula hanya ditandai dengan sekedar menyalakan sejumlah lilin di awal kebaktian, ataupun bahan khotbah yang disesuaikan dengan masa tersebut. Namun saat ini mereka mulai merayakan Minggu Palma (palem) atau bahkan ada yang melakukan prosesi Jalan Salib. Sejak beberapa tahun ini penulis yang berpandangan teologi Protestan mengikuti perayaan Rabu Abu[1] di Paroki dekat gereja dan sungguh sangat menikmati prosesi tersebut.

Bagi saya ini penting, karena selama ini persiapan dan perayaan Paskah kalah jauh gaungnya dibandingkan Natal. Pada hal Paskah adalah tonggak bahkan pondasi iman Kristen. Secara historis justru hari raya ini lah yang dirayakan sejak gereja Tuhan berdiri, yakni sejak jaman para rasul. Tidak demikian halnya dengan Natal. Natal baru dikenal beberapa abad kemudian yakni sejak jaman Konstantin yakni ketika agama Kristen telah diadopsi menjadi agama Negara. Namun Natal sangat dikenal dan dipersiapkan sedemikian rupa oleh jemaat gereja di segala abad dan tempat J. Yang lebih menyedihkan lagi masih banyak jemaat yang merancukan Paskah dan Jum’at Agung. Baca entri selengkapnya »