Poligami, Bolehkah ? – Hayo Silahkan jika berani!

Mungkin pertanyaan ini terkesan propokatif. Mungkin kita akan merasa terheran-heran bila ada yang mempertanyakan hal itu, tetapi bukan mustahil ada yang mempertanyakan dengan sungguh2. Bahkan dalam satu saat teduh bersama anak bungsu kami yang berumur 7.5 tahun mempertanyakan hal itu. “Ma, apakah nanti aku boleh mempunyai dua orang isteri ?” Hal itu dia tanyakan setelah kami membaca dan merenungkan kehidupan rumah tangga Salomo (salah memilih bahan memang :) ).

Konon pada suatu kesempatan, Mark Twain ditanyai oleh seorang temannya yang menjadi anggota gereja Mormon, “Tunjukkan ayat di Alkitab yang melarang orang punya istri lebih dari satu!” Twaim kelabakan menjawabnya “Wah ini sulit”, kata Mark. “Tapi mungkin ini membantu, “Kamu tidak dapat mengabdi kepada dua tuan!”[1] Baca entri selengkapnya »

Makna Salib – 2

SUBSTITUSI
(Sebuah renungan atas MAKNA SALIB)

Nats: Lukas 23:39-42
[39]Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami” [40] Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? [41] Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” [42] Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” [43]Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Sudah banyak hamba Tuhan telah membahas dan menulis Tujuh Perkataan Agung di kayu Salib. Namun pada kesempatan kali ini saya ingin membahas perkataan lain yang jujur, tepat dan bermakna theologis yang amat mendalam yaitu perkataan salah seorang penjahat yang turut disalib bersama Yesus. Baca entri selengkapnya »

Makna Salib – 1

 Nats: I Kor 1:18
Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Memandang salib Rajaku yang mati untuk dunia,
kurasa hancur congkakku dan harta hilang harganya.
Berpadu kasih dan sedih, mengalir dari lukaMu,
mahkota duri yang pedih, menjadi keagunganMu.
Melihat darah lukaNya, membalut tubuh Tuhanku,
‘ kumati bagi dunia, dan dunia mati bagiku.

Bait di atas adalah merupakan penggalan lagu yang paling saya sukai setiap kali memasuki masa raya Paskah . Terambil dari KJ 169, merupakan karya Isaac Watts (1707), yang menceritakan sengsara Salib yang tiada tara dan tak terlukiskan itu. Tetapi bukan sekedar tragedi pilu yang bisa dilihat dari tiang penyiksaanyang hina itu. Di atas kayu salib yang tergantung itu terjadi banyak paradoks di antaranya:

Di atas salib bertemu Keadilan dan Belas kasihan Allah.
Di atas salib bertemu tuntutan dan pengampunan.
Di atas salib diterima kutuk dan memancar kasih / berkat.
Di atas salib terjadi keterpisahan dan pendamaian.
Di atas salib bertemu kenistaan dan kemuliaan
Di atas salib terjadi ketidak-berdayaan sekaligus kemenangan.
Anda bias tambahkan sendiri ……. Baca entri selengkapnya »

Matius Temanku di Kereta

Matius Temanku di Kereta
(paradoksi Farisi-Pemungut Cukai)

Untuk pergi dan pulang ke/dari kantor saya naik kendaraan umum. Ternyata ada kenikmatan tersendiri naik kendaraan umum itu. Banyak kenalan, banyak pengalaman yang sangat memperkaya wawasan yang mustahil ditemui dan dimiliki oleh orang yang bermobil apalagi disopirin. Contoh berikut ini misalnya,

Sewaktu sedang menunggu kereta yang datang di sore hari, saya melihat seorang bapak seusia saya yang kelihatan sangat penat. Sebut saja namanya Matius (Mat). Saya mulai menyapanya:

CB: “Harga karcis kereta mau naik yaa pak .. Berapa ?” .

Mat: “Naik tiga ribu, menjadi tigabelas ribu” jawabnya dengan menerawang. Baca entri selengkapnya »

Indahnya Keluarga (8) – Telepon si Sulung

Valentine tahun ini jatuh hari Kamis, CB pergi ke kantor seperti biasa. Suasana di kantor ya berjalan seperti biasa.  Jam 16:45 sore, HP ku berdering dengan nada panggil VIP (tandanya call dari rumah). Aku angkat dengan nada hangat “Hallo dengan siapa ini ..”.

“Ini Obbie pa … mau tanya saja. Boleh Pa … ???”, ternyata si Sulung yang menelepon.

“Ada apa nak, just go ahead!”, selorohku.

“Gini Pa, ini khan hari Valentine. Kok Papa nggak ajak Mama ke luar, ke restoran atau ke mana kek. Seperti biasanya. Ini khan sudah sore Pa”, dia nyerocos panjang lebar. Baca entri selengkapnya »

« Entri lama Entri Lebih Baru »