Berteologi …

Kita sering mendengar bahwa tugas berteologi hanyalah milik para teolog. Saya setuju dengan pendapat itu. Namun saya menolak istilah jika teolog itu identik dengan pendeta, penyandang gelar S. Th, M. Th, D. Th dan gelar-gelar lainnya. Karena, kata teologi yang berasal dari bahasa Yunani: θεολογία, merupakan gabungan dari kata θεός (theos) yang berarti “Allah” dan  λόγος (logos) yang berarti “pengetahuan”. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa teologi merupakan upaya pendekatan untuk mengenal Allah. Apakah upaya pengenalan akan Allah ini hanya dimonopoli oleh para mahasiswa seminari atau sekolah tinggi teologi ?? Tentu saja tidak! Ayah CB yang hanya lulus PBH (pemberantasan buta huruf) pun mempunyai konsep pengenalan akan Allah yang tentu sangat jauh berbeda dengan definisi yang diberikan oleh Pdt. Prof. Dr. Sadrakh-Mesakh-Abednego Ph. D.

Bagi ayah CB, Allah adalah Sang Hyang Akaryo Jagad (pencipta alam semesta), tan keno kinoyo ngopo tan keno kinirupo (yang tidak bisa dibagaimanakan dan tidak bisa diserupakan), kang welas asih (yang mahakasih) ….. Bagi Prof Sadrakh, Allah adalah the supreme being, causa prima, yang mempunyai nama-nama atau sebutan-sebutan semisal YHWH,  Elohim, El-Shaddai, El-Elyon dlsb … yang mempunyai tiga hypostasis dan satu ousia … (pokoke njelimet dah!).

Namun bagi CB model berteologi keduanya sama absahnya dan sama berkenannya diahadapan “pribadi” ingin mereka kenal.

Mengikuti jejak ayah CB, oret-oretan dalam blog ini merupakan catatan upaya pengenalan CB atas Allah yang diyakininya. Selamat Menikmati.

2 Komentar

  1. sigid said,

    November 14, 2007 pada 3:22 am

    dikatakan bahwa teologi merupakan upaya pendekatan untuk mengenal Allah

    He he, meski ndak bisa menelurkan konsep-konsep yang cool.
    Berarti saya masih juga bisa bertelogi nggih pak😀

  2. cbodho said,

    November 14, 2007 pada 9:26 am

    Lho mas Sigid ini, berteologi adalah suatu keniscayaan bagi penganut theisme. Apapun agama dia. Sayangnya sekarang ini banyak institusi2 yang mencoba memberangus upaya berteologi seseorang hanya karena berbeda dengan keyakinan mayoritas.

    Konsep2 yang cool akan menjadi kering, lisut dan layu tanpa upaya menghidupi apa yang ia percayai dan wartakan. Percayai dan hidupi itu hakekat berteologi🙂. Selamat berteologi Di Mas.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: