Akh ketemu kawan lama …

Sekitar 10 tahun yang lalu saya membeli buku berjudul When Sceptic Ask (Norman Geisler) di Borders Book Store di kawasan Orchard Road. Buku tersebut sulit saya pahami karena keterbatasan bahasa saya dan dasar teologi saya yang belum memadai. Sehingga, tidak pernah sekalipun saya menyelesaikan pembacaan saya atas buku tersebut. Hanya, pada saat diskusi atau mau bikin oret-oretan saja buku tersebut sering kali saya buka-buka. Buku tersebut menjadi salah satu buku favorit saya waktu itu selain buku Commentary of Dr. Zacharias Ursinus on Heidelberg Catechism, Systematic Theology: An Introduction to Biblical Doctrine (Wayne Grundem)  dan An Encyclopedia of Bible Difficulties (Gleason Archers).

Suatu kali saya membawa buku tersebut ke kantor untuk dibaca dalam perjalanan. Waktu pulang sambil terkantuk-kantuk di Metromini S604 jurusan Tanah Abang – Ps. Minggu saya membaca beberapa halaman. Tanpa sadar saya tertidur ketika memasuki jalan Tol GatSu. Ketika sampai di Duren Tiga, kernet bis yang semau-gue menurunkan semua penumpang karena mau putar kejar setoran. Karena terburu-buru, alhasil kawan saya tersebut tertinggal di dalam bis. Saya tersadar ketika sampai di Ps. Minggu, hilang sudah kawan ku itu.

Sedih sich …. mau beli lagi musti mikir tujuh-setengah kali (200rb an boo), soalnya anak-anak khan perlu buku-buku juga. Hingga akhirnya ketika CB lagi browsing Andi Publisher http://www.pbmr-andi.com/ saya menemukan suatu buku yang synopsisnya mirip dengan kawan lama saya tersebut. Buku itu berjudul Ketika Alkitab Dipertanyakan, pengarangnya sama lagi. Lantas ku order via on-line dengan harga discount Rp. 44,550. Tiga hari kemudian buku tersebut sampai di rumah dan setelah kubuka lembaran pertama ternyata buku tersebut merupakan terjemahan dari kawan lama di atas.

Akh senangnya hati ini …. Salam jumpa lagi kawan ….

2 Komentar

  1. Ronald Oroh said,

    Agustus 8, 2007 pada 6:23 am

    Kalo cari di Senen, mungkin kawan lamanya bisa ketemu di sana:)

    Ada yang ketemu, ga ngerti juga, terus dijual di sono dengan harga murah…

  2. cbodho said,

    Agustus 14, 2007 pada 2:37 am

    Klo gitu Oom Ronald saja ke sana, dan aku rela dia menjadi teman sampeyan kok, karena aku tahu sampeyan akan menjadi sahabat yang baik bagi sahabat saya itu. Ikhlas betul saya …🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: