Indahnya Keluarga (2) – My Tribute …

Prolog:

Tentu anda semua tahu cerita Yusuf bin Yakub bukan ?? Itu lho si tukang mimpi. Saya mempunyai kebiasaan yang mirip dengan beliau, bukan urusan dengan istri Potifar lho🙂 . Benar soal mimpi …. Setiap akan ada sesuatu yang merubah hidup saya selalu bermimpi. Waktu akan lahir ObliasT, aku mimpi ada seekor garuda raksasa menabrak rumah dan berhasil aku tangkap. Waktu Jochanan mau hadir, aku mimpi menangkap burung sribombok di sawah. Waktu mau lahir Menahem, aku mimpi menangkap ayam hutan jantan. Waktu Joshua (anak sulung kakak ObliasT)  berpulang, ayam jago dalam rumah lepas. Pokoknya seputar “Avian Dreamt” dach.

Demikian pula ketika mau mendapatkan Istri tercinta, aku bermimpi berjalan-jalan dipinggir hutan dan melihat ada burung merak berbulu keemasan. Uniknya sang Merak itu mengenakan mahkota bak putri kerajaan … dan aku berhasil menangkapnya. Memasuki usia pernikahan ke 14 ini aku hadiahkan suatu puisi buat sang merak pada ulang tahunnya yang ke 37 … Tentu Khalil Gibran bukan tandingan saya dalam berpuisi … (maksudnya saya bukan apa2nya🙂 )

My tribute to Rosaline ‘Nanish’ T. Samara on her 37th birthday

 Balada Merak Mahkota ….

Lamat-lamat teringat, delapanbelas, mungkin sembilanbelas tahun yang lalu…
Kulihat seekor merak warna kuning keemasan yang anggun bertengger di pohon rindang di pinggir hutan.
Merak itu elok warnanya memancarkan sinar keemesan ….
Lebih elok lagi sang Merak itu bermahkota bak putri kerajaan ….
Merak itu pandai bernyanyi dan menarik hati …..

Tigabelas tahun lewat sudah merak itu mengikat dan terikat dalam hatiku ….
Tigabelas tahun lewat sudah merak itu menjadi milikku dan memilikiku….
Dari padanya lahir empat taruna… tiga diantaranya akan menjadi perwira-perwira

Hari ini adalah hari istimewa Sang Merak …..
Genap tigapuluh tujuh tahun Sang Hyang Widhi telah mencipta dan menjaganya
Mungkin warna keemasan sang Merak mulai pudar termakan kala…..
Mungkin suara nya tidak semerdu dulu …..
Namun mahkotanya bertambah kilaunya …..

Sebab suaranya banyak digunakan untuk mengajar teruna-terunanya …
Segala asa dan yasa telah ditumpahkan untuk ‘sarang’ yang dipilihnya…

Mungkin itulah yang membuatnya tak sempat mewarnai bulu-bulunya …
Mungkin itulah yang membuat warna keemasan itu terlihat pudar ….
Tetapi nampak mahkota itu bertambah kilaunya

Ooh Hyang Widhi Wasa ….
Karuniakan rahmat-Mu bagi sang Merak ….
Ijinkanlah dia mempunyai daya untuk berpacu dengan sang waktu
Ijinkanlah dia melihat pahlawan-pahlawan perkasa yang lahir dari padanya
Ijinkanlah dia melihat dari pahlawan-pahlawan itu lahir taruna-taruna baru
Dan aku rela tersalib untuk itu ….

 Jakarta, April 20th 2007, 8:33:55 AM. From a husband and papa who adore his soulmate and his kid’s mom

2 Komentar

  1. Domba Garut! said,

    Agustus 14, 2007 pada 10:01 am

    Seperti hari dalam kehidupan, dia selalu datang dan pergi, hanya saja setiap individu yang berada didalamnya punya masa periode tersendiri, some stay longer dan some don’t..

    Tulisan ini udah membantu mengingatkan kita masing-masing untuk selalu bersyukur akan kehadiran satu sama lain dalam hidup, si mimpi-mimpi itu adalah alat bantu saja untuk mengingatkan kembali.😀

    Seneng udh bisa mampir kesini lagi, salam hangat dari Afrika Barat..

  2. cbodho said,

    Agustus 15, 2007 pada 1:19 am

    Terimakasih untuk komentarnya sobat, really encouraging …. Selamat bertugas bagi orang2 yang anda cintai, keluarga bangsa dan negara.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: