Tolong Saya Pak Pendeta (1) – Permainan Kartu

Permainan Kartu

Seorang pemuda datang kepada pendetanya mengeluh akan ketidakberuntungan dalam hidupnya. Ia dilahirkan dari keluarga yang tidak mampu, ayahnya seorang penganguran dan pemabuk. Ibunya penjual kue yang penghasilanya tidak seberapa. Pemuda itu putus sekolah karena tidak ada biaya sekolah. Ia telah datang kepada beberapa pendeta yang lain namun ia tidak memperoleh pencerahan kecuali penjabaran Kitab Ayub dan beberapa ayat yang menjanjikan perubahan. Namun tidak ada perubahan yang terjadi pada diri pemuda ini.

Setelah mendengar penuturan pemuda ini, sang pendeta yang sudah emiritus ini tanpa berbicara sedikitpun ia menyeduh dua cangkir kopi dan mengajak pemuda ini bermain kartu remi. Sang pemuda bertanya dalam hati apa maksud pak pendeta kali ini, mengapa dia tidak mengajak berdoa dan membuka Alkitab sebagaimana umumnya. Meskipun demikan ia menurut juga.

Pada permainan pertama sang pemuda memperoleh kartu bagus yakni berbagai kartu As dan memainkan truf, akhir cerita sang pemuda menang mudah. Pada putaran kedua sang pemuda memperoleh kartu yang kurang bagus, namun ia berusaha sekuat tenaga untuk menang. Permainan terus berlangsung, kartu baik silih berganti mereka peroleh. Kemenangan pun silih berganti mereka peroleh.

Hingga menjelang pulang pak pendeta tidak berkata apapun selain melakukan permainan kartu ini. Setengah kesal pemuda ini berpamitan untuk pulang. Namun pak pendeta bertanya “Apakah engkau mendapat jawaban atas pertanyaanmu nak ?”. Belum sempat pemuda itu membuka mulutnya pak pendeta melanjutkan katanya: “Seandainya semangat hidupmu itu seperti saat bermain kartu tadi, maka engkau tidak perlu datang kemari dan tidak perlu merepotkan pendeta-pendeta yang telah kamu datangi”.

Pemuda ini diam dan berkata dalam hatinya “Apa maksud pendeta yang satu ini ?”.

“Bukankah ketika engkau bermain kartu tadi kamu tetap berusaha menang, tak peduli baik atau buruk kartu yang engkau terima.” Sambil menepuk pundak pemuda itu ia melanjutkan “Nah pulanglah dengan damai sejahtera, dan jadilah seorang pemain kartu yang baik dalam hidupmu. Kembalilah kemari kalau ada masalah lagi”.

Pemuda itu pulang dan tidak pernah kembali ke rumah pendeta itu lagi karena ia sibuk mengurusi usahanya yang mulai maju. Semoga ia ingat bersyukur kepada Tuhan dan sesamanya.

Nas:
Ketika Tuhan mengutus Musa Ia bertanya “Apa yang ada padamu Musa ?”, dan Musa menjawab “Tongkat” dan itu lebih dari cukup untuk dipakai Tuhan

5 Komentar

  1. sigid said,

    November 21, 2007 pada 8:03 am

    Ketika Tuhan mengutus Musa Ia bertanya “Apa yang ada padamu Musa ?”, dan Musa menjawab “Tongkat” dan itu lebih dari cukup untuk dipakai Tuhan

    Seandainya saja saya mampu benar-benar menghayati hal ini dan pasrah sepenuhnya kepada rencana-Nya, mungkin saya ndak pernah akan mengalami suatu hal yang disebut keputusasaan.

  2. cbodho said,

    November 21, 2007 pada 9:51 am

    Betul mas … syarat sinkronisasi adalah yang satu merupakan replika dari sang Sumber (ini adalah terminologi databasenya Lotus Notes atau pun MS Exchange). Potensi itu ada pada diri kita karena kita adalah Imago Dei. Tinggal kita pencet tombol sync dan rela dibentuk maka hal itu akan terjadi he-he-he

    Seneng sampeyan mampir lagi di gubug reyot CB

    Salam
    CB

  3. sigid said,

    November 22, 2007 pada 8:10 am

    Wah, harusnya nyari tombol “Sync” nggih Om.
    Kadang yang tampak jelas malah tombol “Esc” (Esc dari masalah):mrgreen:

  4. sigid said,

    November 22, 2007 pada 8:12 am

    Wis, wis, jan malah ra bener to “Esc” niku mas😀

  5. ryht said,

    Juni 20, 2008 pada 2:47 am

    Kog gak ada tombol sync sih di keyboard-ku??

    Yg ada mah tombol [ENTER] ama [BACKSPACE].

    Mas, pake keyboard merk apa??
    Belinya dimana?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: