“Politically Incorrect”-nya Yesus

Tentu sampeyan2 sudah sering dengar istilah politically correct yaitu suatu idiom untuk melukiskan kalimat-perkataan, ide-pemikiran, tulisan2 atau tindakan-tindakan lainnya yang tepat guna meminimalisir ketegangan, penolakan dari suatu sistem (sosial, politik, budaya) atau komunitas tertentu pada waktu itu. Lawan dari politically correct adalah politically incorrect, dalam bahasa ‘ndeso’ yang saya punyai hal itu bisa disejajarkan dengan nyleneh.

Mengapa Yesus ditolak oleh masyarakat Yahudi yang berujung kepada kematian-Nya ?? Kalau dilihat dari kaca mata teologis maka kita dengan mudah akan mengatakan hal itu sebagai puncak (konsumasi) dari kasih dan karya penyelamatan Allah kepada umat tebusan-Nya. Untuk itu silahkan belajar soteriologi.

Tetapi dalam oret2an kali ini CB akan melihat dari kacamata sosial (sok teu juga yaa saya ini :)  ). Alasan utama Yesus mendapat penolakan oleh masyarakatnnya adalah Yesus kerap kali meluncurkan pernyataan2 dan tindakan2 yang politically incorrect tadi. Bukanya diam dan ngajar di sinagoge2 atau Bait Allah untuk mengajar ech malah ke pasar, ke kampung2 kumuh, ke pinggir pantai dan puncak bukit. Bukannya bergaul dengan teman2 Yusuf Arimatea dan Nikodemus atau Kayafas ech malah bergaul dengan nelayan, pemungut cukai, perempuan samaria dlsb.

Itulah sebabnya mengapa ia mendapat kritikan pedas: ” He was spending too much time with the wrong people such as children, tax collextor, sinners, etc.”. Banyak orang bahkan murid2nya berfikir seharusnya Yesus lebih banyak menggunakan waktunya dengan orang-orang yang tepat seperti para pemimpin, pemuka2 agama dan orang-orang suci lainnya untuk mengharumkan namanya dan menghindari kontroversi.

Tetapi Yesus mempunyai pilihannya sendiri sebab Dia punya keyakinanBukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit(Luk 5:31). Itulah sebabnya Ia memilih untuk menjadi tabib keliling bukan menjadi dokter praktek di sejumlah rumah sakit yang mahal itu. Jejak itu diikuti oleh Mother Theresia, Mahatma Gandhi, Romo Mangun, Pdt. Lummy … semoga saja aku bisa mengikuti beberapa bekas tapak mereka yang mengikut Dia.

Salam hangat dan jabat erat dari seorang sahabat

CB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: