Seputar Alkitab – Bag I

Introduksi:

Suatu agama paling tidak mempunyai 4Cs yakni Creed, Code, Cult dan Community. Code yang dimaksud adalah kumpulan tulisan-tulisan yang menjadi pedoman penganut agama tersebut (community). Dalam agama Kristen, Code yang dimaksud adalah Alkitab. Sejak jaman reformasi Alkitab mempunyai kedudukan tinggi dalam iman Kristen, meskipun tidak sampai pada tingkat pemujaan (bibliolatri).

Rasul Paulus percaya bahwa setiap tulisan yang diilhamkan Allah (theopneutos -God breathed) memang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan  mendidik orang dalam kebenaran (1 Tim 3:16-17). Bertolak dari penafsiran atas teks tersebut umat Kristen (yang mempercayainya), Alkitab adalah firman Allah yang dituliskan (the written Word). Dalam kecupetan dan keterbatasan pemahaman, CB berusaha membahas beberapa hal dalam oret-oretan kali ini. Diantaranya adalah:

  • Alkitab adalah Firman Allah.

  • Konsep Pewahyuan Alkitab (Alkitab buku Insani sekaligus ilahi).

  • Keunikan Alkitab.

  •  Struktur penulisan Alkitab.

  • Beberapa contoh kesulitan memahami Alkitab, diantaranya: (1) Ayat-ayat yang sepertinya kontradiksi, (2)   Ayat-ayat yang sulit dimengerti 

Alkitab Firman Allah ??

Dalam beberapa paham teologia, ada 3 istilah yang sangat terkenal yaitu:

1. Alkitab menjadi firman Allah. Dalam mengerti dan memahami firman Allah, seringkali banyak teolog/pendeta membuat dua istilah yaitu Logos dan Rhema. Rhema adalah makna suatu kata/ayat yang menjadi ‘bermakna’ karena sangat menyentuh hati seseorang (pribadi). Sedangkan yang dimaksud Logos  adalah makna hakiki yang melekat pada suatu kata /ayat, tidak peduli apakah hal itu mengena kepada seseorang atau tidak.  Nah yang dimaksud dengan istilah ‘Alkitab menjadi firman Allah’ adalah ketika teks-teks kitab suci tersebut ‘menyentuh’ hati saya secara pribadi. Bahaya dari pemahaman ini adalah satu ayat bisa menjadi rhema buat seseorang namun tidak demikian bagi orang lain. Bahaya lain adalah ada suatu ketika di mana Alkitab bukan firman Allah.

2.Alkitab mengandung firman Allah. Paham ini muncul karena adanya keraguan atas beberapa teks atau ayat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut atau tidak masuk akal kita. Misalnya, teks-teks dalam PL yang menganjurkan bangsa Israel untuk memusnahkan suatu bangsa (Ul 20:10-17),[1] adanya catatan tentang hal-hal yang tak senonoh, seperti kasus perselingkuhan Daud-Batsyeba[2], teks2 yang seolah-olah berbau porno (kitab Kidung Agung), ada juga perkataan2 manusia bahkan Iblis[3] didalamnya. Jadi mustahil Alkitab seluruhnya adalah firman Allah. Bagi mereka, yang benar adalah Alkitab mengandung firman Allah. Akan tetapi, bahaya dari pandangan ini adalah kita akan sibuk memilah-milah mana yang firman Allah dan mana yang bukan.

3. Alkitab adalah Firman Allah. Paham ini percaya, sekalipun Alkitab mengandung bahan-bahan yang ‘diragukan’ (no 2. ) di atas, itu semua tetap merupakan  firman Allah karena semuanya diwahyukan oleh Allah sendiri. Gereja2 reformasi percaya dan memahami bahwa Alkitab sebagai firman Allah. 

Konsep Pewahyuan Alkitab 

Dalam konsep pewahyuan kitab suci ada 4 konsep pewahyuan yang umum dianut oleh para pangikutnya yaitu:

1. Neo-Orthodox theory, menurut pandangan ini Alkitab adalah catatan kesaksian atas firman Allah. Karena keterbatasan manusia yang mencatat nya maka sangat mungkin mengandung bias, kesalahan dan paradoks.

2. Dictation theory, menurut pandangan ini Alkitab didiktekan kata demi kata secara langsung. Pandangan ini dipegang demi menjaga ‘wibawa’ kitab suci yang dipegang menjadi pegangan yang mereka percayai,  banyak pendiri agama mengklaim bahwa ayat2 yang tertulis dalam kitab suci mereka adalah turun langsung dari langit atau didiktekan oleh Allah secara langsung kepada si penerima wahyu.  Mereka mengutip beberapa ayat seperti (Jer 26:2; Why 2:1,8) untuk mendukung pandangan mereka, namun hal ini tidak sepenuhnya tepat karena para penulis juga mengemukakan pandangan mereka sendiri seperti Gal 1:6; 3:1; Fil 1:3,4,8.

3. Limited inspiration theory, menurut pandangan ini Alkitab memang diinspirasikan, namun terbatas pada aspek2 tertentu. Allah memang membimbing para penulisnya, namun juga mengijinkan mereka bebas berekspresi dalam pemikiran mereka masing terhadap sejarah dan pengalaman hidup mereka. Sehingga memungkinkan Alkitab mungkin mengandung kesalahan dalam sejarah. Namun mereka percaya Alkitab tidak mungkin salah dalam pengajaran. 

4. Plenary verbal inspiration theory, menurut pandangan ini Alkitab diinspirasikan secara penuh dan sempurna seluruh teks dari Kej-Why, termasuk didalamnya detai2 secara historis maupun ajaran. Roh Kudus membimbing para penulis bersama2 dengan membiarkan mereka menggunakan seluruh aspek kepribadian para penulis (pengalaman, latar belakang budaya, pendidikan juga keterbatasan2 mereka) untuk menghasilkan Alkitab seperti yang kita punya saat ini. Dengan perkataan lain Allah memimpin dan mengarahkan (superintedence) [4] penulis Alkitab melalui roh-Nya untuk menuliskan firman-Nya. Pimpinan Allah mengandung makna bahwa Allah membiarkan dan mengijinkan kepribadian, latar-belakang penulis dan lingkungan sekitar dalam mempengaruhi gaya penulisan dan isi tulisannya. Namun demikian, hasil tulisannya itu tetap sesuai dengan maksud dan rencana Allah. Jadi, dapat dikatakan Alkitab adalah firman Allah oleh karenanya bersifat ilahi, sebaliknya Alkitab juga dituliskan oleh manusia dalam bahasa manusia oleh karenanya bersifat insani. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa Alkitab adalah buku yang bersifat ilahi sekaligus bersifat insani (Divinity in humanity).  

Mengingat sifat dan proses penulisannya, maka ketika kita mencoba memahami suatu teks, kita perlu mengetahui latar belakang penulisan suatu ayat, perikop, atau suatu kitab. Kita tidak boleh mengatakan “Menurut Roh Kudus, beginilah makna ayat ini”, pada hal kita tidak mau berusaha memahami makna asli teks tersebut. Kita akan meninjau lebih lanjut mengenai cara menafsir suatu teks pada session praktika mendatang. Tetapi sebagai sekedar upaya ‘selayang pandang’ ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam ‘menafsir’ suatu ayat/teks:

  • Siapa penutur/penulis teks tersebut, mengapa dia menulis demikian.

  • Siapa penerima/pembaca teks tersebut.

  • Kondisi, latar belakang politik, sosial, budaya ketika teks tersebut ditulis, hal ini akan membantu kita untuk mengetahui mengapa dan bagaimana teks tersebut ditulis. Untuk itu diperlukan buku2 pembantu seperti pengantar Alkitab (PL/PB),[5]  buku2 tafsiran atau Alkitab FAYH, NIV Bible Study dlsb.

(bersambung ke bagian 2)

 


[1] R. A. Torrey, Jawaban bagi Keraguan Anda, (Bandung: Kalam Hidup, tanpa tahun), 43-48.[2] 2 Sam 11.[3] Kej 3:1-6, Mat 4:1-11.[4]Bandingkan pemakaian kata dipimpin oleh Roh Kudus dalam 1 Pet 1:21 dan diarahkan oleh angin dalam Kis 27:15-17, yakni “driven, directed and carried along” seperti kapal yang dikendalikan oleh angin. Hal ini bukan berarti yang nahkoda tidak aktif atau diam saja. Dia tetap mengerahkan segenap tenaga, pengetahuan dan kemampuannya untuk mengarahkan kapal, namun tetap saja arah anginlah yang akhirnya menentukan. Demikian juga dengan inspirasi kitab suci, meskipun latar belakang, kepribadian dan kemampuan penulis Alkitab tetap berguna dan berfungsi sebagaimana biasanya namun Roh Kudus tetap mengarahkan arah, tujuan dan maksud penulisan sedemikian hingga tujuan dan isi Alkitab tidak bias dan tidak salah sesuai maksud sang Pewahyu.

4 Komentar

  1. 3uPun5u said,

    September 26, 2007 pada 2:44 am

    Artikel menarik untuk peminat teologi awam …😉

  2. cbodho said,

    September 26, 2007 pada 2:49 am

    Xie-Xie Tayhiap telah bersedia mampir … Memang tulisan2 dalam blog ini diperuntukkan bagi kaum awam atau paling tidak ‘berhati’ awam dalam berteologi.

  3. desy said,

    Oktober 16, 2008 pada 12:50 pm

    bro, cara penyampaiannya bagus^^
    sederhana tapi dalam

  4. mamamia said,

    Oktober 2, 2009 pada 8:09 am

    Tuhan memberkati…firman Tuhan selalu baru bagi kita yg lama telah berlalu yg baru selalu baru……tetap berjuang didlm Roh dan kebenaran


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: