Berteologi Air – u/ Prof. Soelarso Soepater

  Berteologi Air – Pdt Soelarso dimata seorang pesilat muda.

Hendak kusamakan dengan siapakah atau apakah seorang Soelarso ….

Dengan seorang Pendekar ? Padri? Tabib? Guru laku? atau Apa ?

Secara jujur saya tidak tahu banyak mengenai beliau ini… kecuali seorang pendeta di lingkungan GKJ, mantan petinggi PGI pada masa lampau dan seorang dosen di STTJ. Bertatap muka sebelumnya pun tidak apalagi bertukar wawasan. Namun mau tidak mau saya harus mau mengenal beliau karena tanggal 26 April 2004 beliau menjadi salah seorang penguji KTA saya. Berbagai upaya mengenal beliau saya lakukan agar saya lolos dari ujian salah seorang beghawan di STT Jakarta.

Dari berbagai sumber baik mahasiswa maupun rekan-rekan beliau sesama dosen saya memperoleh kesan bahwa beliau adalah seorang Jawa tulen dengan dalam ilmu kajiwan[1] sangat “tinggi” dan mumpuni dalam mengatur gatra dan mantra untuh melumpuhkan setiap ilmu dan senjata pamungkas dari setiap lawan dialognya, termasuk para naradidik yang akan beliau uji tentunya.

Saya mereka-reka seperti siapakah beliau? Lantas saya teringat seorang tokoh manusia setengah dewa dari Pulau es bernama Bu Kek Siansu. Seorang pendekar yang awet tua kerena dikaruniai memang umur panjang (saya harap Pak Larso pun demikian). Rekaan saya tak jauh meleset, ketika saya melihat seseorang turun dari mobil Kijang ‘tua’ meski tak se-sepuh beliau, langkahnya masih trengginas dan senyum seorang jawa[2] yang khas.

Nyaliku makin ciut, persiapanku rontok seketika begitu ujian KTA saya yang berjudul “Apakah Kristus Masih Unik – Upaya mewartakan Kristus di tengah pluralisme agama-agama” dimulai. Dengan tatapan jernih dan perhatian mendalam sang Bu Kek mendengerkan ocehan si Bodhoh. Kemudian dengan irama megatruh yang lambat menyayat  beliau mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan (tepatnya petunjuk-petunjuk) seputar KTA saya. Melihat gayanya seperti itu lantas saya teringat suheng (kakak seperguruan) yang merasa “gagal” melihat petunjuk sang Bukek pada ujian KTA tahun lalu.  Maka serta merta saya merubah strategi pertempuran saya yang semula bernuansa Yang ke nuansa sebaliknya Yin.[3]

Rupanya beliau maklum kemampuan cethek yang tanpa bekal orang yang diujinya, maka pertanyaan pertanyaan yang diberikan pun hanyalah semacam cermin agar si Bodhoh berkaca diri. Persis dengan tokoh pulau es asli, yang selalu mengalahkan lawan-lawannya dengan jurus-jurus yang digunakan oleh sang lawan, dengan berbagai petunjuk dan penyempurnaan. Tak salah strategi saya yakni hanya berkaca sesuai petunjuknya.

Dari ujian tersebut akhirnya saya mulai menangkap suatu ilmu kajiwan baru yang bernama Ilmu Air[4]

Apa itu Teologi Air ?

Berteologi Air adalah upaya untuk mengenal sang Khalik dengan menggunakan pendekatan yang dimiliki oleh Air (salah satu unsur dalam mitologi Tiongkok yakni Air, Tanah, Api, Angin).

Air mempunyai sifat-sifat sbb:

  • Air adalah sesuatu yang bersih dan jernih pada dirinya, namun air bersedia terlihat menjadi keruh (bukan keruh yang sebenarnya, sebab kalau diselidiki dengan sesungguhnya air tidak pernah menyatu).

  • Air yang jernih adalah tempat berkaca.

  • Air selalu memenuhi dan mengikuti wadah yang menampungnya tanpa menjadi (kalah) seperti tempat yang berusaha menampungnya.

  • Air selalu mencari tempat yang lebih rendah dan berusaha terus mencari jalan untuk mencapai tujuannya.

  • Air mempunyai tenaga yang sangat besar jika terkumpul dan tersumbat oleh halangan yang berusaha menghadangnya (challenger).

Kerendahan hati sang Bu Kek, kembali terlihat ketika acara wisuda. Beliau tidak duduk didepan dengan pakaian kebesaran sebagaimana dilakukan oleh para pembesar negeri atau pejabat gereja di kala ada acara. Dia duduk dipojok di antara para tamu yang ‘tidak istimewa’. Bahkan ketika para wisudawan berfoto ria dia sibuk membereskan pot-pot bunga yang terserak. Dan tidak tertangkap oleh kamera, seperti layaknya para pembesar negeri dan pejabat gereja.

Teringat daku akan pemilihan judul KTA yang telah aku pertahankan. Bukankah keunikan Kristus yang saya gandrungi sejak semula adalah karena perendahan-Nya,[5] baik secara kristologis maupun sotereologis. Betapa beruntung nya daku kala itu. Meskipun tak pernah belajar dan menjadi murid sang Bu kek secara langsung, namun saya telah mempelajari salah satu inti sari teologi yakni teologi Air. Dan memang tak baik mengangkat seseorang menjadi guru karena jika kita menjadi murid seseorang maka kita tidak akan pernah menjadi murid kebenaran ……

Semoga kelak aku dapat mengikuti satu-dua tapak saja dari torehan karya yang dibuatnya. Hormatku padamu sang Bukek …. Semoga Lo Suhu berkesempatan membaca gatra tanpa makna dari Teecu.


[1] Sebagai lawan dari ilmu kanuragan.

[2] Jawa: jaga wibawa.

[3] Yin dan Yang adalah filosofi Timur yang menggambarkan suatu keharmonisan dari dua sifat ataupun kekuatan yang bertolak belakang. Hal ini berbeda dengan filsafat barat yang dualistik. Maka dalam teologi timur cenderung menggunakan pendekatan both-and ketimbang either-or.

[4] (bukan aliran Aquarian yang mencampuradukkan Kekristenan dengan fiksi ilmiah semacam Star Trex itu lho).

[5] Baca kenosis …

2 Komentar

  1. sinodegko said,

    November 15, 2007 pada 12:45 am

    Kalau beliau teologi air lalu sampeyan teologi apa? bukan teologi air keras kan? Datang dan melumerkan … he.. he…

    Daniel Zacharias
    Berteologi tanpa noun apalagi adjective

  2. cbodho said,

    November 15, 2007 pada 1:19 am

    Bisa saja si Lae ini🙂 Untuk mengimbangi beliau saya menggunakan teologi api. Bisa menghangatkan bisa pula menghanguskan tergantung untuk kebutuhan apa … tetapi ada satu fungsi yang tak tergantikan “memurnikan”. Jadi silahkan siap2 bagi yang tidak murni ha-ha-ha. Sdh baca buku FirmanMu bagaikan Api (telaah nabi2 PL). Klo gak salah terbitan BPK dech …

    Maturnuwun sudah mampir.
    CB


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: