Pertanyaan Yesus: Siapakah Aku ini

Siapakah Aku ini

Suatu ketika ketika Yesus datang kedunia kali kedua. Tanpa diduga Dia mampir diperkampungan Pi Kha*) yang selalu ramai dan hiruk pikuk dengan olah kemampuan dalam berteologi dari para penghuninya. Ia sangat ingin tahu apa pemahaman mereka tentang diriNya maka ia bertanya: “Menurut kamu siapakah Aku ini ?”.

Murid #1 menjawab: menurut pemahaman kami engkau adalah Mesias Anak Allah yang hidup.
Yesus: Oh itu pemahaman murid2Ku yang pertama tiadakah kamu belajar sesuatu yang baru dari diriKu.
Murid#2 mengangkat tangan: menurut yang kami alami Tuhan adalah manifestasi dari Yehova Rafa (Allah yang menyembuhkan), Yehova Jireh (Allah yang mencukupi), Yehova ……

Belum menyelesaikan jawabannya yang lain menyela: “Iman tidak terletak pada pengalaman melainkan apa yang Alkitab katakan!”. Kemudian ia melanjutkan “Menurut hemat kami yang melakukan eksegese dengan sangat teliti, nyata bahwa Engkau adalah Firman Allah yang telah menjadi manusia. Datang untuk melawat umatMu dan menebus kami umat pilihanMu, yang mengangkat kami menjadi pewaris kerajaan Allah. Murid ini menjelaskan dengan panjang lebar, dan tuntas. Namun jawaban itu disanggah oleh murid #1 tadi dan terjadilah perbincangan seru seperti yang sudah-sudah.

Masgullah hati Yesus melihat jawaban yang silih berganti.

Tak lama kemudian hadir seorang muda yang telah menyelesaikan membaca beberapa buku yang baik katanya: “Ah pemahaman kalian tidak membumi dan hanya mengutip pendapat para teolog masa lampau yang sudah ketinggalan jaman”.

Maka menengoklah Yesus dengan penuh harap kataNya:”Dari mana engkau anakKu ?”. “Dari biara!” katanya. Untuk tidak mengecewakan sang murid Yesus bertanya kataNya: “Menurut engkau siapakah Aku ini ?”. Maka jawabnya dengan penuh keyakinan “Engkau adalah Allah yang berbela rasa dan Tuhan yang berfihak kepada umat yang tertindas”. Akhirnya Yesus beranjak pergi sambil berguman: “Kamu sekalian tidak mengenal Aku, karena kamu masih disini juga”

Nas:
Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah (Yoh 15:16b).

Catatan: Phi Kha adalah salah satu milis terheboh dalam membahas seputar isu-isu teologis, baik secara dogmatis maupun kontemporer.

3 Komentar

  1. sigid said,

    November 9, 2007 pada 7:35 am

    He he, memang leres mas.
    Banyak yang justru terjebak di pemahaman konseptual.
    Apalagi di forum-forum.
    Padahal kita disuruh pergi dan menghasilkan buah ya😀

  2. cbodho said,

    November 14, 2007 pada 9:43 am

    Betul Mas Sigid. Kita sdh pergi dari kampung halaman masing2 … semoga saja kita telah dan akan terus menghasilkan buah yang dapat dinikmati oleh oirang banyak.

    Salam

  3. norman said,

    November 16, 2007 pada 6:41 am

    Betul bang! Rasul Yakobus mengingatkan, “Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati”.

    Syallom.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: