Makna Salib – 2

SUBSTITUSI
(Sebuah renungan atas MAKNA SALIB)

Nats: Lukas 23:39-42
[39]Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami” [40] Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? [41] Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” [42] Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” [43]Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Sudah banyak hamba Tuhan telah membahas dan menulis Tujuh Perkataan Agung di kayu Salib. Namun pada kesempatan kali ini saya ingin membahas perkataan lain yang jujur, tepat dan bermakna theologis yang amat mendalam yaitu perkataan salah seorang penjahat yang turut disalib bersama Yesus.

Ada suatu kontras dari dua penjahat ini yang konon bersama Barnabas (sebelah kanan) dan Bichmas (sebelah kiri). Lepas dari benar atau tidaknya nama-nama ini (karena Alkitab memang tidak mencatatnya) namun saya memakainya guna memudahkan penyebutannya. Bichmas merefleksikan sifat manusia pada umumnya, tidak menyadari kelemahan dan kesalahan diri melainkan ingin memanfaatkan sesama dan orang lain demi keuntungan diri sendiri. Coba perhatikan statement “Bukankah engkau Kristus, selamatkan dirimu dan kami”. Bukankah ini suatu tindakan provokasi supaya Yesus membuktikan ketuhanan, kemesiasan dan kemahakuasaanNya, setelah itu mencoba untuk memetik keuntungan bagi diri sendiri. Yang kedua dan juga merefleksikan sifat manusia pada umumnya, adalah tidak mau menyerah sampai akhir dan berupaya untuk memperoleh keselamatan melalui kekuatan dan kepandaian diri sendiri. Yaitu dengan tindakan provokasi di atas.

Bandingkan dengan Barnabas yang walaupun dia penjahat matahatinya masih berfungsi. Nyata dari kesadaran diri, bahwa tidak pantas menghakimi dan melihat kelemahan orang lain. Apalagi belum jelas orang lain itu bersalah. Sebaliknya ia mengoreksi diri sendiri dan mengatakan bahwa dirinya memang pantas menerima hukuman itu. Suatu pengakuan yang jujur, bahwa dosa memang harus menerima hukuman (ayat 41a).

Pengakuan ini penting!. Karena pengampunan dan penebusan baru menjadi effektif jika kita mengaku dosa kita (bandingkan 1 Yoh 1:8-9). Meskipun keselamatan disediakan dan ditawarkan tetapi tetap memerlukan jawaban atau respon dari si obyek keselamatan. Karena hal ini menjadi bagian yang menyatu dan tak dapat dipisahkan, sebagai suatu proses penyelamatan yang dari Allah sebagai sang Inisiator, Kristus sang Mediator dan Roh Kudus sang Executor (dipilih à dipanggil à dibenarkan sesuai dengan Roma 8:28-30).

Pengakuan dari Barnabas ini diikuti sikap pasrah diri yang merasa tidak mampu, tidak layak, tidak berdaya “Yesus ingatlah akan aku” tanpa protes, tanpa menuntut dan berkata “Aku tidak mengejek engkau seperti Bichmas oleh karena itu selamatkan aku !” melainkan hanya satu kalimat sederhana “ingatlah akan aku” dan itu sudah cukup bagi Tuhan untuk membenarkannya. Bandingkan dengan sikap doa si Pemungut Cukai yang dibenarkan oleh Allah (Luk 18:10-14).
Menarik disimak Tuhan Yesus sang Mesias itu mengatakan hal yang simple namun tepat dan bermakna theologis yang mendalam “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Ada 3 kata kunci disini:

• Aku berkata kepadamu, sesungguhnya …. Di sini Yesus menunjukan otoritas Dia selaku sang kurios pemilik dan penguasa atas Sorga, Dunia bahkan Neraka sekalipun. Kata sesungguhnya (Inggris “Trully”) merupakan perkataan otoritatif yang sejajar dengan “Aku adalah Aku ” yang adalah perkataan YHWH sendiri seperti disaksikan oleh Musa pada Keluaran 3:14.
• Engkau akan ada bersama-sama dengan Aku …. Bersama-sama adalah suatu kata jaminan bahwa perkataan yang diucapkan adalah suatu kebenaran (karena kalau tidak benar alias ingkar janji bisa dituntut langsung). Yang kedua kata bersama-sama bisa melukiskan suatu persekutuan dengan yang berjanji yaitu Tuhan Yesus sendiri. Luar biasa!, hanya minta diingat malah diberi karunia yang luar biasa Inilah yang dinamakan SOLA GRATIA. Hanya karena anugerah, Barnabas diselamatkan. Bukan karena berbuat baik, bukan karena prestasi rohani bukan karena dirinya, melainkan karena diriNya!. Maka pernyataan rasul Paulus yang mengatakan “Oleh kasih karunia engkau diselamatkan melui Iman” (Ef 2:8-9) adalah kebenaran semata. SOLA GRATIA!!
• Didalam FIRDAUS. Banyak penafsiran yang berbeda-beda mengenai hal ini bahwa ini mengacu kepada sorga tetapi yang lain mengatakan “Intermediate state” buat saya hal ini tidak menjadi masalah mau ini bersifat intermediate ataupun eternal, yang jauh lebih penting adalah “tinggal bersama-sama”, merasakan persekutuan dengan Dia dalam kuasa kebangkitanNya. Jadi buat saya Firdaus tidak harus ditafsirkan suatu tempat atau lokasi melainkan suasana sorgawi, mengalami persekutuan bersama Dia sang Penguasa baik di sorga maupun di bumi.

Ada hal yang menarik lagi yaitu tidak dicatat Barnabas menyangkal, atau berusaha mempertegas apakah pernyataan Yesus itu layak percaya atau tidak. Tetapi ia percaya 100% itu benar adanya dan itu dihitung sebagai suatu kebenaran. Inilah makna dari SOLA FIDE. Trust without any doubt. Karena tindakan iman itulah maka korban salib menjadi berarti bagi dia, upacara substitusi (penggantian korban) itu menjadi fakta. Bila dia tidak percaya substitusi tetaplah substitusi yang tidak menggantikan dia.

Menarik dalam dunia Timur tengah kuno ada suatu sistem penggantian terhadap hukuman atas kesalahan seseorang. Misalnya orang mencederai orang lain dapat ditebus dengan uang atau kerja paksa dsb. Ini yang dinamakan HUKUM SUBSTITUSI, yaitu penggantian hukuman dengan/oleh benda/binatang yang setara dengan kesalahan tersebut. Demikian pula dalam Alkitab (prinsip mata ganti mata dan gigi ganti gigi), namun ada suatu yang khas dari PL yaitu bahwa hutang darah (nyawa) tidak bisa tidak harus dibayar dengan darah (nyawa). Inilah alasan mengapa ada berbagai korban sembelihan sebagai penghapus dosa.

• Jadi sang domba menjadi pengganti (penutup) dosa-dosa umat Israel supaya didamaikan dengan Allah. Korban-korban ini menjadi tipologi (lambang) bahwa upah dosa adalah maut (Rom 6:23). Dan perlu ada domba pengganti yang tak becacat dan itu sudah Kristus lakukan dengan sempurna di kayu salib “Telestai”, sudah genap, sudah lunas terbayar, sudah selesai.

Bagi satu fihak tidak percaya (atau kurang mempercayai) bahwa penebusan itu bersifat cukup dan sempurna. Sehingga mereka merasa perlu adanya tambahan ritual-ritual dan amal-kebajikan untuk memperoleh kesalamatan. Mereka perlu menambahkan SOLA GRATIA PLUS. Namun disisi lain, kadang kita kurang menghargai betapa mahalnya penebusan itu meskipun gratis (“sola gratia”) sehingga kita main-main dengan pengampunan tersebut. Berkancah dalam dosa (sambil berkata dalam hatinya “Khan sudah ditebus” untuk hal ini rasul paulus berkata menurut Roma 6:1-2 demikian:
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? Jangan main-main Allah tidak mau dipemainkan!

Saya teringat sebuah lagu karangan Charles Wesley berjudul “AND CAN IT BE THAT I SHOULD GAIN?” yang diterjemahkan kedalam Kidung Jemaat No 31. Mungkinkah akupun serta tertolong oleh darah-Nya.

Mungkinkah akupun serta, tertolong oleh darah-Nya?
Akulah pangkal siksaNya, yang menyebabkan mati-Nya.
Agung benar ya Tuhanku: Engkau tersiksa gantiku!

Para malak sekalipun, tiada yang dapat mengerti
apa sebabnya yang Kudus menanggung siksa yang keji.
Kasih-Nya alasannya menanggung dosa dunia.

DitinggalkanNya takhtaNya, dan masuk dalam dunia yang cemar,
ditanggalkanNya kuasaNya, terdorong oleh kasih yang besar
dan aku pun tertolonglah, terpilih jadi miliknya.

Jiwaku lama menjerit dipasung dosa yang seram,
Suryamu bagiku terbit, penjarapun benderang.
Terbukalah pasunganku, ‘kubangkit dan mengikutiMu.

Didalam Yesus Penebus hukuman dosa hilanglah.
Kudapat hidup yang kudus, jubah kebenarannya.
‘ku mendekat ke takhtaMu hendak terima tajukku.

Lagu diatas jelas melukiskan pengorbanan substitusi yang Yesus telah lakukan ganti kita dibukit Golgota. Dilukiskan tidak seorang dan suatu makhlukpun (termasuk para malaikat) mengerti karya agung nan indah dari Sang Putera, Dia yang tidak mengenal dosa telah dijadikan dosa itu sendiri (2 Korintus 5:21). Apakah alasannya karena kasihNya kepada kita ….. Baiklah masing-masing kita berkata : “Yah benarlah akulah pangkal siksaNya. Tak layak aku menerima semua itu! Mahkota duriNya menjadikan aku menerima mahkota surgawiku”

Penutup:
Ada 10 orang berhutang sangat besar kepada seorang yang kaya. Saking besar hutangnya maka ke 10 orang itu tidak mampu membayarnya. Anak si Orang kaya ini murah hati dan memutuskan membentu kepada para penghutang ini. Maka ia menerbitkan surat penghapusan hutang sebanyak 10 lembar pula. Suatu ketika ia menawarkan kepada para penghutang ini bahwa hutang mereka akan lunas bila menyerahkan surat pembebasan ini kepada ayahnya. Ke 10 orang ini masing-masing menerima surat tersebut. Lima orang percaya dan mengembalikan kepada ayah anak ini maka lunaslah hutangnya. Tetapi lima orang yang lain berkata dalam hatinya “Ah buang2 waktu saja, bukankah hutang uang harus dibayar dengan uang! Maka kelima orang ini menyobek surat penghapusan ini” apa yang terjadi suatu ketika sang penagih datang maka 5 orang yang percaya itu bebas hutangnya sedang yang sisanya harus membayarnya dalam penjara.

Surat hutang sudah diterbitkan bagi yang percaya, saudara dan saya. Oleh karena itu jangan sia-siakan karya penyelamatanNya.

Soli Deo Gloria !.

2 Komentar

  1. parhobass said,

    Oktober 20, 2009 pada 3:48 am

    nice bro…

    shalam

  2. Januari 16, 2012 pada 8:01 am

    terimakasih atas sarannya……… salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: