Belajar Mengucap Syukur ketika Sulit Mengucap Syukur

Hari ini jadwal KRL tidak seperti biasanya. Biasanya hampir dipastikan terlambat, ech hari ini tepat waktu sehingga saya dapat duduk dan tidak terlalu berebut untuk memperolehnya. Kereta berangkat dan masing-masing orang membaca koran seperti biasanya.

Sesampainya di pertengahan Duren Tiga dan Cawang kereta berhenti, whuah kumat lagi pikir saya. Ternyata hal itu merupakan keluarbiasaan yang kedua, karena sudah jam 8:10 WIB kereta belum berangkat juga. Pada hal perjalanan masih jauh. Orang-orang mulai gelisah, ada yang gedor2 pintu masinis, ada yang turun mencari kendaraan alternatif dlsb.

Harian Tempo yang kubeli sudah selesai ku baca, biasanya bawa buku teologi hari ini tidak … Sebab ruangan back-pack terisi oleh laptop kantor untuk pekerjaan kantor. Serba salah dech … Disamping saya ada seorang bapak yang tetap setia tidak ikut turu atau gedhor2 pintu masinis. Tidak juga ikut gelisah …

Saya tersenyum kepadanya dan menyapa: “Nggak ada yang bisa kita lakukan yaa Pak ….?”

“Ada Pak …” Jawabnya “PASRAH ….”

Mak nyeng … saya teringat nasihat rasul Paulus yang mengatakan “Mengucap syukurlah dalam segala hal ….”. Bukan hanya saat keadaan sekitar sesuai dengan keinginan kita. Bukan hanya pada saat kenyamanan dan kenikmatan melingkupi kita. Bukan hanya pada saat puja-puji tertuju kepada kita, bahkan saat kritikan pedas dan cacian mencerca kita. Bukan hanya pada saat teman-teman mengerubungi kita, namun juga pada saat teman2 menuding dan meninggalkan kita.

Pendek kata …

KITA HARUS BISA MENGUCAP SYUKUR PADA SAAT KITA TIDAK HARUS/BISA MENGUCAP SYUKUR.

Bisa kita lakukan … ???  Itu tidak mudah … namun bisa kita lakukan … Selamat Belajar

Selalu ada tempat yang belum dan harus kukunjungi – Tempat itu bernama belajar 

(Cah Bodho)

3 Komentar

  1. sigid said,

    April 3, 2009 pada 3:53 am

    We he, udah nulis lagi nih, siip ….

    Ternyata KRL juga ada mogoknya yah, kemarin saya juga terhenti di Banyumas 1 jam lebih karena keretanya minta ganti lokomotof😀

    Om, tapi teryata susah euy, terutama ketika kita mendapat pembandingan …
    Semacam

    kalau orang lain kok … kalau saya kok gini

    Sigh, tapi meski susah, layak diperjuangkan:mrgreen:

  2. April 8, 2009 pada 7:04 am

    Iya bener, harus selalu bersyukur. Kadang kala ada peristiwa yang tidak sesuai dengan keinginan kita, tapi daku yakin bahwa sebenarnya Tuhan memiliki rencana yang berbeda yang sebenarnya jauh lebih baik untuk kita.

    GBU

  3. Anto said,

    Juli 31, 2010 pada 4:53 am

    Saya salut ama isi blognya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: