Lihatlah Si Kafir itu ….

Nats: Lukas 7:1-10

Perdefinisi kata kafir menurut KBBI adalah orang yang tidak percaya kepada Allah dan rasul-Nya. Ini bernuansa negatif bahkan bagi kafir harbi yaitu orang kafir yg mengganggu dan mengacau keselamatan Islam sehingga wajib diperangi.

Bukan dalam tradisi Islam saja, tradisi Yahudi pun memandang orang kafir (goyim) sebagai orang yang perlu ditolong dengan meyahudikan mereka dengan cara proselitisme.

Tetapi bacaan di atas memutarbalikan cara pandang tersebut. Perwira ini adalah seorang kafir! Perhatikan frasa yang meng-exclude “…. sebab ia mengasihi bangsa kita…”.

Namun dia seorang kafir yang mempunyai kualifikasi yang luar biasa bahkan melampaui kualitas dari seorang Yahudi yang tidak kafir. Sehingga Tuhan Yesus sendiri memberi pujian yang luar biasa “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!“.

Paling tidak saya mencatat ada empat kualifikasi sbb:

Pertama – Tidak meng-exclude bangsa Yahudi meskipun bangsanya di-exclude oleh bangsa Yahudi. Terbukti dengan mengasihi bangsa Yahudi dan turut menanggung pembangunan rumah ibadat bangsa Yahudi (Luk 7:5).

Kedua – Tidak membedakan strata sosial, ternyata demi bawahannya dia rela memohon-mohon (bukan sekedar memohon) pertolongan kepada Tuhan Yesus (yang adalah bangsa lain) demi bawahan yang dikasihinya dan dihargainya (Luk 7:2-3).

Ketiga – Seorang pejabat yang rendah hati, bahkan merasa tidak layak menerima kedatangan Yesus (Luk 7:6-7). Hal ini mungkin dia merasa diri kafir. Bandingkan dengan para pejabat pemerintahan di negeri kita, demikian pula dengan pejabat gerejawi.

Keempat – Seorang yang sungguh beriman … Bahkan melebihi iman orang Yahudi yang tidak kafir manapun juga.

Dari sini kita melihat, bahwa Allah berkarya beyond all boundaries kafir dan non kafir. Bahkan hal itu ditangkap dan dicopy-paste dengan sangat akurat oleh si kafir tadi.

Benar yang diucapkan oleh budayawan kita Mas Komar: “Di langit tidak ada batas, kitalah yang membuat tembok-tembok di sekeliling kita

Bagiku tak penting dengan stigma kafir, yang penting saya diberi kesempatan untuk mempertemukan orang lain kepada Allah!!!

Selamat merayakan keberagaman, sebab pelangi itu disematkan di awan sana.

Shallom
Cah Bodho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: